05 Februari 2009

Puisi

Faishal Ensath

“Doa Untuk Kesucian Cinta”

Di tengah keramaian dunia

Perasaan sunyi membungkam jiwa

Oh! Sungguh serasa ada yang hilang

Pergi dan tak kunjung datang-pulang

Bola mata menatap dengan kehampaan

Duka dan rindu tersembunyi dibalik senyuman

Asa dalam hati pupus perlahan

Akankah mampu di sini terus bertahan

Menunggu kedatangan

Mengharap sebuah pertemuan

Terdiam dalam penantian penuh lamunan

Dengan bertemankan tangisan

Haruskah aku berteriak dengan lantang

Haruskah aku berlari dengan kencang

Haruskah aku berteriak

Memanggilmu agar pulang

Haruskah aku berlari

Mencarimu agar kuhampiri

Tapi aku tak bisa

Sungguh aku tak kuasa

Telah parau suaraku

Karena tangis yang berkepanjangan

Telah lumpuh kakiku

Akibat terlalu lama duduk menantimu

Oh Tuhan! Yang maha memiliki segala sesuatu

Bukankah dia juga dalam kekuasaan-Mu

Maka aku mohon pada-Mu

Beri aku kepercayaan

Untuk menjaganya

Izinkan aku mendampinginya

Dan restuilah aku oh Tuhan!

Untuk meletakkan cincin di jari manisnya



Faisal Ensath

Hidayah-Mu

Siang dan malam yang silih berganti

Di setiap bilangannya berkali-kali kulangkahkan kaki

Di dalamnya telah banyak kulewatkan kisah

Yang melukai hati hingga berdarah

Tiada henti setiap hari……………..

Kaki ini melangkah dan terus melangkah

Hingga terasa lelah, mendesah-desah

Berjalan tiada pasti, tak tahu menuju arah

Saat kaki lelah untuk melangkah

Kala diri tak tentu arah

Jiwa yang memang susah

Semakin rasakan gelisah

Hina dan lemah buatku kalah

Malu, tertunduk lesu dan pasarh

Luka hati ini semakin parah

Air mata pun basah bersimbah

Jika terus begini

Tiada ingin lagi

Kemelangkahkan kaki

Aku tak ingin lagi pergi

Tapi kujuga tak inin menangis, mertapi

Kalau hanya selalu seperti ini

Aku juga tak kan bertahan terus di sini

Tapi harus bagaimana……?

Apakah harus berjalan pergi

Atau tetap disini?

Dan wahai Allah Rabby….

Akankah nasib hamba-Mu terus seperti ini….?

Ya Allah……………!

Lihatlah hamba-Mu yang terrtimpa musibah

Datang ke sini ya Allah…..!

Masuklah ke dalam hatiku

Bawalah aku ke sisi-Mu

Jemputlah aku dengan hidayah-Mu


Faishal Ensath

Aku Cinta Indonesia

Indonesia, oh Indonesia…!

Lewat cerahnya merah-putihmu

Oh… sungguh tergambar simbol darah-tulang

Vitalitas dan semangat hidup para pejuang

Engkau lukis disana; terang, buatku terkenang

Yel-yel menggema

Orang-orang tengadahkan muka

Untuk menghormat, agungkan hari kemerdekaan

Mata melihat kiri-kanan

Ya, ada yang tampak spesial dalam pandangan

Corak merah-putih ramai berlambaian

Oleh tangan tergenggam, dibumi tertanamkan

Untukmu Indonesia

Negeriku

Tumpah darahku, bangsaku

Ribuan bahkan jutaan mulut bernyanyi

Yang dihiasi dengan wajah nan berseri-seri

Inilah rasa gembira, ungkapan cinta

Nan spesial menyambut ulang tahunmu

Dirgahayu bangsaku…!

Oh Indonesia, tanah airku

Negeriku tercinta…!

Enam puluh tiga tahun

Sudah terjalani masa kemerdekaan

Inilah saat bahagia

Agustus penuh suka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar